Selasa, 15 Juni 2010
Mario Teguh Golden Ways MetroTV, dengan Topik “Happiness First”. Seseorang yang dengan lantang mengatakan “Saya tidak tahu nasib saya, tapi saya akan buat nasib saya sebagai seorang raja”. Seorang yang bersikap seperti itu akan dengan mudah mencapai yang diinginkannya, karena keinginan adalah satu bentuk perencanaan. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:
Berapa banyak orang sekarang yang sedang tenggelam dalam kenikmatan mengasihani diri sendiri. Itu bukan ‘happiness’ (kebahagiaan). Perlu diingat, kita akan mudah dilingkupi kebahagiaan kalau kita punya bibit dari kebahagiaan; yaitu ikhlas untuk menjadi penggembira bagi orang lain, tersenyum dengan tulus, apalagi anda sebut nama orang lain dengan baik.
Dalam program ini kita akan membicarakan yang menggembirakan terlebih daulu, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih kuat kedamaiannya,daripada yang datang mengganggu kedamaian.
Kita berdo’a untuk dimudahkan. Untuk pekerjaan mudah, anda tidak perlu diberikan tugas yang besar, karena untuk yang mudah2 tugas anda cukup yang kecil. Karena kita ingin menjadi pemimpin yang besar, maka do’a kita selain dimudahkan adalah dikuatkan.Jadi kita itu bukan meminta beban yang kecil, kita itu meminta pundak yang kuat. Orang2 dengan pundak yang kuat akan ramah sekali menghadapi masalah.
Tuhan itu Maha Adil, dan pengertian Maha Adil itu bukan hanya yang diberikan. Masalah yang kecil akan diberikan kepada orang kecil, dan orang besar akan diberikan masalah yang besar pula. Jadi orang yang ingin mengemban tugas yang besar harus membangun kekuatan pribadi yang besar.
Bukan menerima yang besar, tetapi kepantasan untuk menerima yang besar. Dan itu hanya bisa kita lakukan dengan menyambut masalah dengan ramah, karena keinginan adalah keberhasilan yang sedang menanti pengupayaan.Sebagian besar pemberitaan ditelevisi saat ini, mengabarkan orang yang menghindari penjara. Tidak ada satupun anak muda Indonesia yang super, ingin masuk dalam masa tua yang dipermalukan sperti ini.
Maka inginkan yang besar, inginkan yang baik, lalu upayakan; dan upaya ini akan keliahatan dari yang anda tampilkan dalam diri anda sendiri.
Seseorang yang dengan lantang mengatakan “Saya tidak tahu nasib saya, tapi saya akan buat nasib saya sebagai seorang raja”. Seorang yang bersikap seperti itu akan dengan mudah mencapai yang diinginkannya, karena keinginan adalah satu bentuk perencanaan.
Tujuan hidup ala Pak MT adalah lebih berguna bagi lebih banyak orang. Semua itu tidak akan pernah tercapai, karena selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih berguna bagi lebih banyak orang. Karena Tuhan berkepentingan untuk lebih berguna bagi lebih banyak sesama. Karena semulia-mulianya pribadi adalah yang berguna bagi orang banyak. Sehingga gambarannya, sebuah tujuan hidup adalah sebuah jalan.Sedangkan yang namanya cita-cita adalah alamat dalam perjalanan itu. Cita2 anda tidak akan menjadi paling tinggi, karena anda selalu berpindah dari satu alamat ke alamat lain.
Sesuatu yang tidak mungkin bagi anda sekarang, akan menjadi mungkin kalau anda berpindah ke alamat yang dekat dengannya.Jadi, besarkan tujuan hidup anda dengan tujuan hidup yang besar, karena kalau tidak pernah tercapai, mengapa pilih yang kecil. Lalu tuliskan alamat dari cita2 itu yang masuk akal, yang bisa dicapai dengan kemampuan kita sekarang, yang bisa dicapai dengan kekuatan hati kita sekarang, dan mintalah do’a kepada orang2 terdekat anda, terutama orang tua dan pasangan hidup anda.
Selalu berpeganglah dalam 3 prinsip: 1. Jadilah orang yang jujur, karena akan selalu ada pekerjaan bagi orang yang jujur. Bila dunia ini semuanya sudah tidak jujur, orang yang paling jahatpun akan perlu satu orang jujur, untuk mengurus keuangannya. 2. Bekerja keraslah. 3. Tampillah mudah dibantu. Banyak orang pandai, tetapi sombong, sehingga tidak digunakan oleh orang lain.
Sebetulnya anda anak2 muda yang super, sedang menunggu ditemukan orang tua yang hebat, untuk ditugaskan melakukan sesuatu yang hebat. Maka jujurlah bekerja keras-lah, lalu jadikan wajah anda gampang dikasihani.
Yang disebut oleh Tuhan sebagai upaya adalah pengubah nasib. Orang yang mau mengubah nasibnya harus berupaya. Tuhan tidak merincikan upaya yang mengubah nasib. Tidak ada pembatas kewenangan Tuhan jika anda dicintaiNYA.Berupayalah bersungguh-sungguh, walaupun salah upayanya, membuat anda dikasihani Tuhan. Maka jangan khawatirkan upaya anda tepat atau tidak, lakukan-lah apa yang bisa anda lakukan.
Kalau kita mau ‘happy’ maka utamakan yang baik. Banyak orang yang respon pertamanya mengutamakan yang tidak bahagia, padahal orang mengatakan “90% kejadian dalam hidup ini terjadi ke kita, 90% adalah yang kita lakukan karena yang terjadi dan yang menjadikan kita hebat adalah kualitas reaksi”Anda itu melihat dunia melalui presepsi. Yang paling banyak digunakan orang untuk mengkerdilkan hidupnya adalah bahwa persepsi itu sulit.
Tugas anda adalah mencoba. Dalam kehidupan kita, tidak ada kewajiban kita untuk berhasil. Tetapi jangan lewatkan kewajiban anda untuk mencoba, karena dalam mencoba itu ada kemungkinan berhasil.
Maka berprasangkalah baik, karena agama-pun mengajarkan itu, dan yang paling sering kita lakukan adalah berprasangka tidak baik kepada Tuhan.
Mulai sekarang apapun yang terjadi dalam hidup bereaksilah baik, berprasangkalah baik karena tidak ada niat Tuhan selain memuliakan kita.
Jangan pernah bicarakan apapun yang tidak disukai orang. Meskipun itu adalah sesuatu yang akan kurang disukai, maka lakukanlah dengan cara yang nantinya anda disukai.Jika orang berbicara kepada kita utamakan setuju dulu, karena bagaimana mungkin orang setuju dengan anda kalau
orang melihat anda adalah pribadi yang selalu menolaknya.
Orang yang mencari kebahagiaan diluar dirinya, akan selalu melihat kebahagiaan itu milik orang lain. Kebahagiaan itu akan selalu milik orang lain kalau anda tidak berhenti memperhatikan dimana kebahagiaan itu berada. Tepat kebahagiaan ada di hati anda.orang melihat anda adalah pribadi yang selalu menolaknya.
Jadi jangan syaratkan apapun untuk anda berbahagia, syaratkan-lah anda untuk mensyukuri yang telah ada pada diri anda.
Anda tidak bisa lebih bahagia, dari kemampuan anda menampung kebahagiaan. Itu sebabnya Tuhan menguji kita dengan hebat, agar hati yang tersiksa lebih mensyukuri. Hati yag kehilangan anak, akan lebih menghargai anak yang tersisa dan anak orang lain.Jangan tolak penderitaan hanya karena tidak enak rasanya. Tuhan memperdalam, memperluas, memperbesar kemampuan hati kita menampung kebahagiaan melalui penyedihan.
Karena kita tidak bisa lebih dekat kepada Tuhan kecuali dalam kesedihan. Jadi siapapun yang menginginkan lebih bahagia, harus siap hatinya dilunakkan melihat penderitaan orang lain, ketidakadilan yang dikenakan pada orang lain, atau ketidak-adilan yang dikenakan pada diri sendiri.Satu2nya cara untuk bisa lebih berbahagia adalah memperbesar kemampuan hati untuk mengasihi.
Upaya adalah keajaiban yang mengubah keinginan menjadi kenyataan yang membahagiakan. Keinginan adalah sukses yang masih berada dialam ghaib.
Satu2nya cara yang bisa menjadikannya nyata adalah yang nyata yang bisa anda lakukan; itu adalah upaya. Jadi orang yang ingin melihat keajaiban dalam hidupnya, maka berupayalah.
Banyak orang suka dolar, tetapi ia tidak memperhatikan satu kalimat yang penting sekali “Kita percaya Tuhan”.
Jadi kalau begitu, kalau kita mau memperbaiki nasib kita, ‘happiness first’ kita mendahulukan kebaikan, kebahagiaan.
Maka kita mengikhlaskan diri dalam dua arah, waktu bekerja kita ikhlas menjadikan diri sebagai pelayan bagi orang lain, waktu menantikan hasil berserahlah, karena Tuhan adalah sebaik-baiknya penghitung. Dan Tuhan akan memberikan rejeki dari arah2 yang kita tidak pernah tahu arahnya.
Berangkatlah ikhlas dan menjadikan diri anda sebagai pelayan bagi keuntungan orang lain. Lalu pulangnya dalam menanti hasil kerja anda, berserahlah, lalu pasang wajah yang mudah dikasihani Tuhan. Lalu perhatikan apa yang terjadi.Label: Rekreasi
Jumat, 11 Juni 2010
Mug ini bisa dijadikan hiasan, hadiah Ulang Tahun Dan Promosi dan dapat digunakan sehari-hari murah loh
Read More ..
Label: Mug
Jumat, 26 Maret 2010
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi. QS Fathir {35}:29
Ada seorang pengusaha sukses di Indonesia yang memulai karirnya dengan membuka sebuah bisnis makanan dan kini telah merambah seluruh tanah air dengan puluhan outlet dan cabangnya. Dalam tempo اyang tidak terlalu lama, usaha makanan lezat yang ia rintis berkembang dengan begitu menggurita. Masyarakat pun banyak menggandrungi makanan yang disajikan oleh ‘brand’ restoran miliknya.
Suatu saat pernah, beliau menjadi sponsor utama sebuah seminar zakat yang diadakan di kota Medan. Usai menyampaikan materi seminar, para pembicara diajak untuk menikmati santap siang di salah satu restoran milik sang pengusaha.
Ketika santap makan siang berlangsung, salah seorang pembicara menyela dengan sebuah pertanyaan kepada pemilik restoran, "Pak, boleh dong berbagi cerita kiat sukses merintis bisnis kayak begini. Sepertinya bapak gak terlalu lama membangun bisnis ini tapi kok langsung menggurita sampai seluruh tanah air. Apa sih rahasianya?" Sambil tersenyum penuh rasa syukur, pengusaha ini menjawab dengan nada yakin: "Pak Ustadz, sama seperti pengusaha lain, saya merintis ini dengan jatuh-bangun. Namun, sejak saya bertekad untuk menaikan zakat saya hingga 5% dari penghasilan. Subhanallah… Allah berkenan memberikan rezeki yang melimpah kepada saya, keluarga dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini." Ia menambahkan, "Saya amat percaya, semakin banyak kita membantu Allah, Dia pun akan lebih banyak lagi akan memberikan balasannya kepada kita. Dan itu telah kami rasakan kebenarannya!"
Allahu Akbar… Allah Maha Besar… Dia mampu untuk memberikan balasan yang begitu berkah bagi hamba-Nya yang mau berniaga kepada-Nya.
Itu cerita dari pulau Sumatera, tepatnya di kota Medan. Lain lagi kisah seorang pengusaha berkah dari Provinsi Jawa Tengah. Banyak usaha yang ia tangani. Mulai dari percetakan, penerbitan, institusi pendidikan, pelayanan haji & umrah, yayasan-yayasan social, dan banyak lagi. Bagi saya, jumlah usaha & kegiatan yang beliau tangani sulit dihitung dengan jari. Terakhir saya dengar, beliau tengah membangun sebuah hotel syariah di bilangan kota yang cukup strategis dengan biaya miliaran rupiah. Hal yang lebih membuat kagum adalah…, semua usaha yang beliau bangun berjalan dengan lancar dan memberi hasil yang tidak sedikit.
Subhanallah…, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, beliau amat terampil untuk mengelola semua usahanya. Saya penasaran untuk mengetahui rahasia kesuksesan di balik itu semua. Sampai pada akhirnya, salah seorang staffnya bercerita kepada saya bahwa beliau selalu menginfak-an hampir 30% dari penghasilannya di jalan Allah Swt.
Kala krisis moneter, perusahaan percetakan miliknya hampir bangkrut sama seperti usaha yang lain. Sebuah kebijakan yang ia tempuh terdengar aneh saat itu. Para karyawannya yang berjumlah ratusan, tidak ia rumahkan. Bahkan beliau tambahkan gaji mereka. Sehingga membuat karyawan tersebut senang, tidak resah dengan harga bahan pokok yang menggila pada saat itu, dan akhirnya…. mereka pun berdoa untuk kebaikan pemilik usaha. Subhanallah… siapa yang suka memberi, ia pasti akan diberi. Oleh siapa, ya… oleh Sang Maha Pemberi, Al Wahhab!
Perniagaan yang tiada merugi… itulah salah satu jaminan bagi orang yang suka berinfak.
Cobalah simak hadits 567 bab 60 dalam kitab Riyadhus ShalihinI! Di sana Nabi Saw berkisah, ada seorang petani di Madinah… ia berdiri di antara kebun kurmanya yang kering kekurangan air. Pohon tidaklah subur, sementara buah-buahan tidak muncul dengan baik. Ia khawatir, bila kekurangan air maka kebun tidak akan memberi hasil maksimal untuk kebutuhan hidup ia dan keluarga. Ia menengadah ke arah langit. Kedua tangannya, ia angkat setinggi mungkin seraya merapal lafal-lafal doa kepada Allah agar kebunnya diberi air hujan.
Tak lama sejak itu, Allah mengirimkan awan untuk berkumpul. Beriringan sedikit demi sedikit, awan berkumpul dengan cukup lebat di atas kebunnya. Sang petani tersenyum kegirangan. Dalam hatinya, ia berucap… "Allah mengabulkan doa & permintaanku tadi!" Namun sebaliknya yang terjadi. Terdengar olehnya sebuah suara yang berasal dari langit dan berbunyi, "Wahai awan, pergilah ke tanah si Fulan…!"
Maka berjalanlah awan ke arah lain, ke tempat yang tidak diketahui oleh si petani yang baru saja berdoa. Kekesalan membuncah dalam batin sang petani. "Mengapa hujan tidak jadi turun di tanahku?" gumamnya. Ia pun penasaran. Ia berlari dan terus berlari. Mengikuti kemana awan akan berhenti dan menurunkan air yang dikandungnya.
Sampai di suatu tempat yang subur… daunnya rimbun… dan memiliki air yang banyak. Awan pun berhenti dan mencurahkan segala air yang berada di dalam perutnya. Si petani menatap keheranan…, tatkala dilihatnya ada seorang pria bersahaja yang sedang berdoa syukur kepada Tuhan karena telah memberi rahmat pada tanahnya.
Saat itu, si petani memanggil nama si pemilik tanah. Sang pemilik tanah merasa heran lalu bertanya, "Saudara, dari mana Anda tahu namaku?" "Itulah saudaraku, aku sendiri ingin bertanya sebaliknya, amalan apa yang membuat usahamu begitu berkah hingga namamu ku dengar dari suara langit yang memerintahkan awan untuk menurunkan hujan di sini…, di tanahmu!" Subhanallah! Bukankah ini sebuah prestasi hebat, hingga membuat nama seseorang disebut di langit?
Si pemilik tanah mencoba menjawab pertanyaan petani, "Saudara, belum ada orang yang aku beritahukan tentang amalan yang aku kerjakan sehingga membuahkan hasil sedemikian. Namun karena engkau telah tahu sebagian rahasia ini… dan juga karena engkau telah menanyakannya, maka tak layak bagiku untuk merahasiakannya lagi." "Ceritakanlah padaku, wahai Saudara!" gegas si Petani sebab penasaran.
"Rahasianya mungkin adalah…. Setiap kali kebun dan tanah ini memberi hasil, hanya sepertiga darinya yang aku makan. Sepertiganya lagi aku kembalikan kepada tanah ini sebagai tambahan modal. Lalu sepertiganya lagi, aku berikan kepada Allah Swt sebagai infakku di jalannya. Itulah amalan rutin yang aku kerjakan sehingga membawaku pada hasil yang sedemikian."
Subhanallah….! Pemilik tanah tersebut memberikan sepertiga dari penghasilannya untuk Allah Swt. Tak pelak, Allah Swt pun memuliakannya. Saudaraku…, bila dalam merintis usaha, perniagaan, perdagangan atau apapun yang kita lakukan… bila kita sering mengalami kerugian, kebangkrutan, kredit macet dan lain sebagainya yang dapat membuat usaha kita mengalami kemunduran. Maka…, cobalah resep di atas! Insya Allah, Anda akan merasakan apa yang mereka rasakan, yaitu Perniagaan yang Tiada Merugi Disebabkan Infak di Jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selamat Mencoba! Read More ..
Label: Motivasi
" Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertakwa, orang yang kaya, dan orang yang tidak pamer." (HR. Muslim)
Setiap kita pasti menginginkan dicintai oleh Allah. Karena, jika Allah mencintai kita, maka kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan kita raih. Pertanyaannya, bagaimanakah caranya agar kita bisa dicintai oleh Allah?
Jika kita merujuk kepada hadits Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan diatas, maka ada 3 cara agar bisa dicintai Allah.
Pertama, menjadi orang yang bertakwa, Ali bin Abi Thalib memberikan batasan ciri-ciri orang yang bertakwa:
1). merasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah berbeda dengan ketakutan kita kepada makhluk, jika kita takut kepada harimau maka kita akan menjauhinya. Namun, jika kita takut kepada Allah maka kita harus mendekati-Nya dengan senantiasa meningkatkan kualitas ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Efek positif dari rasa takut ini, maka akan muncul sikap hati-hati dalam berbuat, sehingga perbuatan kita tidak akan seenaknya, namun akan penuh pertimbangan.
2). tadabbur Al-Quran. Tadabbur artinya membaca Al-Quran disertai dengan memahami isinya. Al-Quran berisi pedoman dan petunjuk hidup, maka agar hidup ini selaras dan sesuai dengan kehendak Allah, salah satu caranya adalah dengan mengikuti petunjuk dari Al-Quran;
3). qanaah dalam hidup. Qanaah artinya merasa cukup dengan nikmat diberikan Allah. Sehingga hidup penuh dengan rasa syukur. Qanaah bukan berarti pasif, tapi aktif dalam berikhtiar, fokus dan bersungguh-sungguh dalam beramal, namun untuk hasil sepenuhnya diserahkan kapada Allah;
4). bersiap-siap menghadapi kematian. Orang yang bertakwa senantiasa ingat mati, sehingga hidupnya menjadi produktif dalam beramal sebagai bekal kepulangannya. Tiada waktu untuk leha-leha dan bermalas-malasan, karena dia tahu bahwa maut pasti akan datang sewaktu-waktu. Baginya, waktu adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan untuk memperbanyak amal ibadah. Rasulullah SAW bersabda
"Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara lagi : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu." (HR. Baihaqi dari Ibnu Abbas).
Kedua, menjadi orang yang kaya. Menurut Rasulullah SAW bahwa orang yang kaya akan dicintai oleh Allah. Namun, yang dimaksud kaya disini adalah kaya hati dan bukanlah kaya dengan materi dunia. Rasulullah SAW bersabda,
"Bukanlah orang yang kaya itu dengan banyaknya harta, namun orang kaya itu adalah kaya jiwa / hati." (HR. Bukhari).
Orang yang kaya hati, maka hidupnya akan lapang dan tidak merasa sempit, meskipun hidupnya sederhana. Harta dunia tidak menjamin akan ketenangan dan kebahagian hidup, bahkan boleh jadi menjadi penyebab kegelisahan dalam hidup jika didapatkan dengan cara yang tidak halal sehingga tidak ada keberkahan dalam hartanya bahkan akan menjauhkan diri dari Allah. Na’udzubillah min dzalik.
Ketiga, hidup tidak pamer alias ikhlas. Orang yang dicintai Allah akan beramal hanya untuk yang dicintainya, bukan untuk makhluk yang fana’. Beramal bukan untuk dipuji, dihormati, dan dihargai oleh selain Allah. Namun, semua itu dia kerjakan untuk Allah semata. Syaikh Muhammad Salim bin ‘Id Al-Hilali dalam kitabnya "Bahjatun-Nazhirin (Syarh Riyadhush-shalihin)" menyebutkan, ada dua syarat sahnya suatu diterima, yaitu ikhlas dan sesuai dengan sunah Rasulullah.
Ikhlas yaitu beramal hanya mengharap keridlaan Allah. Allah SWT berfirman,
"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5).
Sedangkan, sesuai dengan sunah yaitu jika amal itu harus sesuai dengan contoh Rasul (tidak seenaknya apalagi ngarang sendiri). Dua syarat ini termasuk perkara yang mutawaliat, yakni perkara yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dengan demikian amal itu tidak cukup hanya ikhlas tapi juga harus sesuai dengan contoh Rasul dan begitupun sebaliknya.
Inilah di antara upaya kita agar bisa meraih cinta Allah dengan terus berupaya agar bisa menjadi pribadi takwa, kaya akan jiwa/hati, dan ikhlas dalam beramal. Semoga Allah memberkahi dan meridlai ikhtiar kita ini. Amin. Wallahu a’lam bishshawwab. Ditulis oleh Abdul Aziz Read More ..
Label: Rohani
Rabu, 03 Maret 2010
Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun.Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!
Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna. Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan.
Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah. Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu. Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa.
Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya. Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa. Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.
Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya. Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun. Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri.
Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat. Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?" Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?" Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api). Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?" Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air). "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta. Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?" Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya." Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya.
Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan. Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahuakbar. by AA-Gym Read More ..
Label: Rohani
Jumat, 26 Februari 2010
Hari Jum'at Tgl 26 Februari 2010 berangkat dari Ciputat Tangerang menuju Tangkuban Perahu. Alhamdulilah perjalanan lancar tampa adanya kemacetan yang panjang, dengan biaya tiket masuknya sebesar Rp. 15.000,- kami sudah bisa menikmati indahnya pemandangan yang memukau mata, huh.... hilang semua kelelahan dijalan setelah sampai disana, disambut udara yang dingin yang saat itu kabut sedang turun dan pemandangan indah membuat kepenatan dikepala menjadi hilang seketika, dilokasi tesebut hari itu sangat padat dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan indahnya panorama disana.
Tidak jauh sekitar 1 km dibawah tangkuban perahu ternyata ada lokasi yang tidak kalah indahnya dengan Takuban Perahu yang bernama Kawah Domas. Mungkin karena lokasi yang sulit dijangkau membuat tempat ini sepi pengunjung. jalan menuju lokasi ini sangat jauh sekitar 2 km dengan jalan yang melewati hutan dengan jalan setapak. yang sangat sepi, rute jalannya yang menanjak dan menurun dan terdiri dari ratusan tangga akan sangat sulit untuk dilewati kendaraan sungguh perjalanan yang melelahkan mungkin ini yang membuat lokasi Kawah Domas jarang pengunjung, tetapi anda pasti akan takjub dan tidak akan menyesal dengan perjalan ini akan terbayar dengan pemandangan yang sangat sangat indah.
Label: Rekreasi
Kamis, 18 Februari 2010
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat. Read More ..
Label: Info Kita
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)





